BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengamat Ekonomi Universitas Palangka Raya, Suherman, mendorong adanya kolaborasi lintas pihak dalam memperkuat sistem monitoring dan evaluasi (monev) Sekolah Rakyat agar hasilnya lebih komprehensif dan bermanfaat.
“Kolaborasi ini penting agar evaluasi tidak berhenti di angka, tapi benar-benar menjadi dasar untuk memperbaiki dan memperkuat program ke depan,” ujar Suherman di Palangka Raya, Minggu, 12 Oktober 2025.
Dosen Universitas Palangka Raya ini menjelaskan, keterlibatan kampus, relawan data, dan pemerintah daerah dibutuhkan agar proses analisis hasil monev berjalan lebih objektif dan terarah. Pendekatan kolaboratif juga akan memperkaya perspektif dalam menilai efektivitas program.
Suherman menilai, sistem monev yang baik tidak hanya berbicara tentang angka atau laporan, tetapi juga menggambarkan kondisi lapangan secara nyata. Transparansi hasil evaluasi akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, pelaksanaan monev yang seragam di seluruh daerah akan mempercepat perbaikan mutu program dan menghindari kesenjangan pemahaman antar pelaksana. “Sistem monev harus seragam dan mudah dioperasikan di lapangan,” katanya.
Ia menutup dengan penegasan bahwa akuntabilitas publik menjadi kunci utama keberlanjutan Sekolah Rakyat. “Setiap rupiah yang digunakan dan setiap program yang dijalankan harus bisa ditelusuri hasilnya secara jelas,” tandasnya. (HERMAWAN DP/j)








