SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bayi orangutan yang sempat viral di media sosial karena digendong seorang warga di sekitar Terowongan Nur Mentaya, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya akan menjalani proses pelatihan selama enam tahun sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya.

Dokter hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, drh. Yudik Rizki, menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi orangutan betina tersebut cukup baik meski mengalami luka di bagian tangan kiri.

“Dari hasil pemeriksaan, jenis kelamin betina dengan berat 3,5 kilogram. Ada sedikit dehidrasi tapi tidak parah. Ditemukan luka diduga bekas gigitan hewan di tangan kiri dan kemungkinan patah, sehingga akan kami lakukan rontgen untuk memastikan,” ujar drh. Yudik, Senin, 13 Oktober 2025.

Ia menambahkan, bayi orangutan itu diperkirakan berusia sekitar 12 hingga 13 bulan. Setelah menjalani karantina dan observasi selama 14 hari, satwa tersebut akan dilatih di pusat rehabilitasi bekerja sama dengan Mitra OF-UK, lembaga mitra konservasi yang berfokus pada pelatihan perilaku alami satwa liar.

Pelatihan tersebut dilakukan selama kurang lebih enam tahun. Jika bayi orangutan sudah mampu membuat sarang dan mencari makan sendiri di alam liar, maka akan dilepasliarkan.

Sebelumnya, BKSDA Resort Sampit berhasil menyelamatkan bayi orangutan tersebut pada Sabtu, 11 Oktober 2025, setelah melakukan penelusuran intensif bersama Komunitas Reptil Sampit.

Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan upaya pencarian dilakukan setelah video berdurasi 15 detik yang menampilkan seorang pria menggendong bayi orangutan sambil berbelanja di sekitar Terowongan Nur Mentaya viral di media sosial pada 6 Oktober 2025.

Dari hasil penelusuran, diketahui bayi orangutan tersebut telah dipelihara selama sekitar dua bulan setelah ditemukan tanpa induk di kawasan hutan Tanah Mas. Saat ditemukan, kondisinya sehat dan aktif.

“Awalnya sempat ada penolakan, tapi setelah diberi penjelasan oleh komunitas reptil, warga itu akhirnya menyerahkan orangutan tersebut dengan sukarela,” ujar Muriansyah beberapa waktu lalu. (DEWI PATMALASARI/y)