BORNEONEWS, Sampit – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung agar Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan segera diimplementasikan sebagai landasan dalam pengembangan olahraga di daerah. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pembinaan atlet, penyediaan sarana olahraga, serta kolaborasi dengan pihak swasta.
Ketua KONI Kotim Alexius Esliter mengatakan, pihaknya telah memprogramkan langkah-langkah strategis untuk menggerakkan perda tersebut. Salah satunya dengan melibatkan Perusahaan Besar Swasta (PBS) atau investor sebagai bapak angkat cabang olahraga (cabor).
“Menggerakkan perda keolahragaan itu memang sudah kita programkan. Ke depan, dari PBS atau investor akan kita arahkan menjadi bapak angkat cabor. Untuk teknisnya akan kita pelajari dan atur agar semuanya bisa terakomodir. Saat ini ada 58 PBS di Kotim,” ujar Alexius, Senin, 13 Oktober 2025.
Ia menambahkan, gagasan bapak angkat cabor sebenarnya sudah disampaikan oleh Bupati Kotim Halikinnor saat pelantikan pengurus KONI Kotim. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pengurus olahraga, diharapkan pembinaan atlet di Kotim bisa semakin optimal.
“Saat pelantikan KONI, Bupati sudah menyampaikan bahwa PBS akan digerakkan untuk menjadi bapak angkat cabor. Ini langkah strategis untuk mendukung pembinaan atlet agar lebih berkelanjutan,” ucapnya.
Menurut Alexius, pembinaan olahraga di Kotim selama ini tetap berjalan, namun diperlukan pembaruan kepengurusan cabang olahraga agar lebih efektif. Dari 32 cabang olahraga yang terdaftar, sebagian pengurus sudah berakhir masa jabatannya dan perlu segera diperbarui.
“Dengan adanya bapak angkat cabor, pembinaan akan lebih baik. Kita juga mendorong agar atlet bisa meraih prestasi yang membanggakan untuk Kotim,” tegasnya.
Selain dukungan pembinaan, Alexius menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana olahraga di Kotim. Untuk itu, ia berharap Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dapat terus memperbaiki dan menambah venue olahraga agar para atlet memiliki fasilitas latihan yang memadai.
“Untuk venue memang menjadi tugas Dispora. Kita berharap bisa terus ditingkatkan karena saat ini masih banyak kekurangan,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









