BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Jhon Krisli meminta seluruh lapisan masyarakat lebih memahami makna Kebhinekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini penting dicanangkan guna mencegah berkembangnya berbagai bentuk intoleransi yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
"Sekarang ini di masyarakat sangat mudah muncul paham intoleransi karena perkembangan teknologi informasi. Padahal kita semua mesti mengakui dan menjaga kebhinekaan dalam bingkai NKRI," kata Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli, di Sampit, Selasa (15/11/2016).
Terkait dengan kebhinekaan, menurut politisi PDI Perjuangan itu, negara harus menjamin eksistensi individu maupun kelompok dan kebebasan berpendapat meskipun pendapat itu dalam pandangan banyak pihak dinilai tidak tepat.
"Adanya jaminan terhadap perbedaan suku, adat, ras dan agama (SARA) tanpa terlalu dipertentangkan itu penting untuk menjaga kebhinekaan kita sebagai sebuah bangsa," ucap dia.
Menurut Jhon, banyak contoh yang bisa diambil dalam kehidupan sehari-hari sebagai bukti bahwa kerukukan antar suku dan agama di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kotim terjaga.
"Karena itu saya berharap contoh dalam kehidupan sehari-hari ini diingat. Sehingga siapapun tidak mudah terpancing untuk menyinggung seseorang karena perbedaan SARA," cetus dia.
Ketua DPRD dua periode itupun menegaskan, dirinya meyakini seluruh warga Kabupaten Kotim berkomitmen mengawal kebhinekaan dan menjaga persatuan bangsa. Sebab, masyarakat sangat sadar pentingnya hidup rukun dalam keberagaman.
"Mari kita hargai juga komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum dan menjaga kebhinekaan NKRI. Karena kebhinekaan itulah kunci bangsa Indonesia tetap utuh," kata Jhon. (M. RIFQI/N).








