PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Pemerintah Kota Palangka Raya di lingkungan sekolah mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Palangka Raya, Muhamad Ahmadi, menyebut program ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi kondisi kesehatan siswa sejak dini.

Menurut Ahmadi, pemeriksaan kesehatan ini membantu sekolah dan orang tua mengetahui lebih awal apabila ada siswa yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. 

“Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak di SMP Negeri 2 khususnya bisa terdeteksi secara dini bagaimana kondisi kesehatannya. Kalau memang ada yang perlu penanganan lebih lanjut, orang tua bisa segera mengetahuinya,” ujarnya, Senin, 13 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Marina Permai, yang merupakan wilayah kerja tempat SMP Negeri 2 Palangka Raya berada. Petugas medis melakukan pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan, serta cek gula darah terhadap seluruh siswa. 

“Kami rutin mendapatkan pendampingan dari Puskesmas Marina. Petugasnya yang lebih tahu detail hasil pemeriksaan anak-anak,” kata Ahmadi.

Ahmadi mengungkapkan, total siswa yang menjadi target pemeriksaan mencapai sekitar 400 orang. Untuk pelaksanaan hari ini, fokus pemeriksaan dilakukan pada kelas VIII dan kelas IX, sementara kelas VII telah lebih dahulu mengikuti kegiatan penjaringan kesehatan pada minggu sebelumnya.

“Kegiatan kali ini bisa dikatakan tahap kedua, karena sebelumnya sudah dilakukan penjaringan rutin oleh pihak puskesmas,” jelasnya.

Untuk memudahkan komunikasi dan pelaporan hasil, pihak sekolah juga memanfaatkan teknologi digital. Hasil pemeriksaan dan informasi penting lainnya disampaikan melalui Google Form yang dikirimkan langsung ke grup WhatsApp orang tua siswa, agar mereka bisa mengetahui kondisi kesehatan anak masing-masing secara cepat dan transparan.

“Hasil pemeriksaan langsung kita kirimkan melalui Google Form ke WA orang tua. Jadi mereka bisa memantau kondisi anaknya tanpa harus datang ke sekolah,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Ahmadi menyebut tidak ditemukan adanya kasus penyakit berat pada siswa. “Sejauh ini tidak ada masalah kesehatan yang serius. Hanya ada beberapa siswa yang mengalami sedikit gangguan pendengaran atau telinga yang perlu diperiksa lebih lanjut,” katanya.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan dapat dilakukan secara rutin setiap tahun. “Program ini sangat bagus karena tidak hanya menjaga kesehatan anak, tetapi juga meningkatkan kesadaran orang tua dan siswa tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala,” pungkas Ahmadi. (MARINI/j)