BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) melakukan pemeliharaan Jembatan Sei Mentawa atau yang dikenal dengan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit.
Koordinator Lapangan UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Suhardiono, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pemeliharaan bertahap pada jembatan tersebut. Fokus utama pekerjaan yakni pada lantai jembatan serta memperbaiki bagian pelat besi yang rusak.
“Tadi kami memperbaiki lantainya dulu, mengganti beberapa kayu dan memperkuat baut yang banyak longgar karena sering dilalui kendaraan dengan beban berat. Belum sepenuhnya selesai, besok kami lanjutkan memperbaiki pelat besinya,” ujar Suhardiono, Senin, 13 Oktober 2025.
Ia menegaskan, pemeliharaan Jembatan Patah akan terus dilakukan agar jembatan tetap aman dilalui masyarakat. Selain itu, tanjakan jembatan yang sebelumnya hanya ditimbun agregat juga telah selesai diaspal beberapa hari lalu.
“Kami berupaya maksimal melakukan pemeliharaan Jembatan Patah secara rutin agar kondisinya tetap layak,” tambahnya.
Suhardiono juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan tanah di sekitar tanjakan jembatan, karena tindakan tersebut dapat membahayakan pengguna jalan dan merusak struktur jembatan.
Adapun sebelumnya warga melakukan penimbunan pada tanjakan jembatan patah menggunakan tanah di sekitar fondasi jembatan. Hal itu membuat kondisi jembatan memprihatinkan dan dikhawatirkan rubuh.
Atas kejadian itu pada akhir September 2025, Dinas SDABMBKPRKP telah melakukan penimbunan di sekitar jembatan dan menimbun agregat pada tanjakan jembatan agar tidak licin. Tanjakan jembatan itu pun kini telah diaspal agar lebih nyaman.
“Warga tersebut sudah kami tegur dan kami minta tidak mengulangi lagi karena itu sangat berbahaya bisa mempengaruhi konstruksi jembatan,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









