BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menilai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah memiliki peran penting dalam mendeteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah preventif yang sangat strategis untuk menjaga kesehatan generasi muda sejak usia dini.
“Melalui program CKG ini, anak-anak dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Misalnya, potensi diabetes atau tekanan darah tinggi bisa dideteksi sedini mungkin agar segera mendapat perhatian dan penanganan,” ujar Rana, Senin, 13 Oktober 2025.
Rana menjelaskan, gaya hidup modern dan pola makan yang kurang sehat kerap membuat anak-anak rentan terhadap penyakit tidak menular. Karena itu, pemeriksaan rutin seperti yang dilakukan dalam kegiatan CKG menjadi sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan di masa depan.
Ia pun mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan yang telah menggelar kegiatan Gebyar Cek Kesehatan Gratis di SMP Negeri 2 Palangka Raya dan sejumlah sekolah lainnya. Kegiatan ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, tinggi badan, serta edukasi kesehatan kepada para siswa.
“Ini bukan hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga bentuk edukasi agar anak-anak memahami pentingnya menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” tegasnya.
Selain itu, Rana juga menilai program ini dapat menjadi sumber data penting bagi pemerintah dalam memetakan kondisi kesehatan anak-anak di sekolah. Dengan begitu, intervensi kebijakan di bidang kesehatan bisa dilakukan lebih tepat sasaran.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh jenjang pendidikan, baik SD, SMP, maupun SMA.
“Kalau dilakukan rutin, program ini akan memberi dampak jangka panjang yang besar terhadap kualitas kesehatan generasi muda Palangka Raya,” kata Rana.
Rana menutup dengan ajakan kepada para orang tua agar turut mendukung dengan memperhatikan asupan gizi, kebiasaan olahraga, serta jam istirahat anak-anak.
“Kesehatan anak adalah investasi masa depan kita semua,” pungkasnya. (MARINI/J)









