BORNEONEWS, Nanga Bulik - Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2025 di Balai Kartini, Jakarta.
Rakornas yang mengusung tema "Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Akses Keuangan Daerah" pada Jumat, 10 Oktober 2025 ini, berfokus pada upaya mempersempit kesenjangan inklusi keuangan antara pusat dan daerah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam arahannya menekankan pentingnya pemerataan akses keuangan sebagai kunci memperkuat ekonomi rakyat, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mendorong kepala daerah untuk mengembangkan potensi UMKM lokal agar mendapatkan akses pembiayaan yang memadai.
Abdul Hamid menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam forum ini adalah bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat dalam meningkatkan inklusi keuangan di daerah. Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Lamandau untuk terus berupaya meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM, di wilayahnya.
"Kami sangat mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM. Dengan akses keuangan yang lebih baik, UMKM dapat mengembangkan usahanya dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah," ujar Hamid, Senin, 13 Oktober 2025
Rakornas ini juga diisi dengan peluncuran Roadmap TPAKD Nasional dan penyerahan TPAKD Award 2025 kepada kepala daerah yang berprestasi dalam percepatan inklusi keuangan. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya kepala daerah dalam meningkatkan akses keuangan di wilayah masing-masing.
Melalui Rakornas ini, Hamid berharap Pemerintah Kabupaten Lamandau dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas program-program peningkatan akses keuangan di daerah.
"Forum ini diharapkan dapat memperkuat strategi Lamandau dalam meningkatkan akses keuangan UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan," tegasnya. (NATALIA KRISTIN/J)









