BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Riskon Fabiansyah mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim dalam melakukan peningkatan Jalan Pramuka, Sampit. Ia menyebut proyek ini sudah lama dinantikan masyarakat karena kondisi jalan yang rusak parah dan banyak berlubang.
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang akhirnya merealisasikan peningkatan Jalan Pramuka. Wilayah ini padat permukiman dan jalan sudah lama mengalami kerusakan cukup berat. Masyarakat sudah menunggu lama perbaikan ini,” kata Riskon, Senin, 13 Oktober 2025.
Politikus muda ini juga berharap agar pengerjaan proyek dapat berjalan sesuai target mengingat saat ini sudah mendekati akhir tahun anggaran 2025.
“Semoga pengerjaannya bisa selesai tepat waktu, apalagi ini sudah memasuki penghujung tahun. Jalan Pramuka merupakan salah satu akses utama masyarakat di kota Sampit,” tambahnya.
Selain peningkatan jalan, Riskon turut mengapresiasi pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut yang membentang dari Simpang Empat Tjilik Riwut hingga Lingkar Utara. Menurutnya, pemasangan PJU sangat membantu keamanan pengguna jalan, terutama di malam hari.
“Sebelumnya wilayah itu rawan begal karena kondisi jalan yang gelap. Sekarang dengan adanya PJU, keamanan pengguna jalan lebih terjamin. Bahkan, PJU juga sudah menjangkau hingga Jalan Pemuda,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkab Kotim melalui Dinas SDABMBKPRKP menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk proyek peningkatan Jalan Pramuka. Pekerjaan dijadwalkan mulai pertengahan Oktober 2025 dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan proyek tersebut menggunakan sistem Cement Treated Recycling Base (CTRB) agar proses pengerjaan lebih cepat.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Nur Aina menambahkan bahwa proyek ini mencakup panjang sekitar 2,1 kilometer mulai dari simpang pembataan hingga ke Ring Road Utara.
“Saat ini tahap persiapan sudah berjalan, dan pertengahan Oktober ditargetkan pengerjaan fisik dimulai,” ujar Aina. (DEWI PATMALASARI/J)









