PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penggilingan padi di Pangkoh 2B kiri atau Desa Mulya Sari, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau diduga melakukan pengoplosan beras.

Fakta ini terungkap saat ibu Lilik bersama suaminya, Misqun datang ke pabrik penggilingan padi milik bapak Kiswo, Sabtu 11 Oktober 2025 sekitar pukul 10.22 WIB.

Saat itu ibu Lilik berniat membeli beras untuk dibawa ke Kota Palangka Raya. Selama ini Misqun rutin mudik ke trans, karena di sana masih banyak keluarganya.

Saat di pabrik penggilingan, ibu Lilik sempat mengabadikan proses produksi. Dalam video terlihat jika di pabrik penggilingan terlihat kemasan beras SPHP dan beras lokal.

"Saya melihat sendiri. Beras yang karung besar (lokal) dimasukan ke penggilingan, lalu dicampur dengan beras SPHP," ucap Lilik kepada Borneonews.co.id, Selasa 14 Oktober 2025.

Karena melihat kondisi ini, sehingga ibu Lilik mengurungkan niatnya untuk membeli beras Pangkoh yang terkendal dengan jenis hibrida karena harum ketika dimasak.

"Kalau dicampur begitu ya bagaimana gitu. Kita tahu sendiri kalau beras SPHP kalau dimasak karau atau keras saat dingin, sehingga saya tidak jadi beli," akunya.

Sementara itu Kiswo pemilik penggilingan ketika dikonfirmasi oleh Borneonews.co.id melalui pesan WhatsApp Selasa pagi tidak membantah dugaan tersebut.

Kiswo hanya menjawab singkat pertanyaan Borneonews.co.id. "Untuk makan keluarga," jawab Kiswo. (ROKIM)