BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan melalui Tim Pembina dan Pengawas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rutin melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap dapur - dapur yang digunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Plt Kepala Dinkes Seruyan, Ruspandian Noor mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya bersama dalam menjamin makanan yang diberikan kepada sasaran program MBG memenuhi standar keamanan pangan seperti higienis dan bebas dari bahan berbahaya serta memenuhi standar gizi
“Kita rutin melakukan monitoring dan sebagaimana ketentuan seluruh dapur penyedia MBG, harus mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Saat ini, untuk SPPG di Seruyan masih dalam proses menuju kesana, “ kata Ruspandi, Selasa, 14 Oktober 2025.
Ia menjelaskan kewajiban memiliki SLHS merupakan aturan baru dari Kementerian Kesehatan yang mulai berlaku sejak September lalu.
Karena itu setiap pengelola dapur kini menyiapkan kelengkapan administrasi dan mengikuti pelatihan penjamah makanan sebagai syarat sertifikasi.
“Pembuatan SLHS butuh waktu. Mereka juga sedang menjalani pelatihan sesuai ketentuan yang telah di persyaratkan,” katanya.
Kegiatan monitoring bukan hanya melakukan pemeriksaan pada area dapur, tapi juga kebersihan peralatan dan kendaraan pengantar makanan ke sekolah hingga kebersihan di sekitar lingkungan SPPG
“Perbaikan bertahap dari semua aspek yang ada dalam operasional SPPG merupakan hal yang diharapkan agar program MBG yang sedang berjalan dapat berjalan dengan baik," tukasnya. (FAHRUL/R)









