BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kapuas, Yunabut, telah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Merawat Kerukunan, Bersama dalam Perbedaan, Bersatu Dalam Pembangunan" yang sukses digelar Senin kemarin.
Ia menegaskan bahwa kerukunan antar umat beragama bukanlah sekadar slogan yang indah didengar, melainkan sebuah tanggung jawab kolektif yang harus diemban oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Menurutnya, harmonisasi hubungan antar umat beragama menjadi fondasi yang sangat krusial dalam upaya menciptakan suasana kondusif.
Kondusivitas sosial dan politik adalah prasyarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum daerah dapat bergerak maju dalam melaksanakan berbagai program pembangunan yang telah direncanakan.
"Kerukunan antar umat beragama harus menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi seluruh elemen masyarakat," ungkapnya, Selasa,14 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa tanpa kerukunan, cita-cita pembangunan daerah akan sulit terwujud dengan baik, bahkan terancam terhambat oleh konflik atau perpecahan.
Yunabut dalam FGD tersebut juga memaparkan secara mendalam mengenai peran strategis pemerintah daerah dalam menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama di wilayah Kapuas. Pemerintah, menurutnya, memiliki fungsi sebagai fasilitator dan regulator untuk memastikan setiap kelompok dapat hidup berdampingan secara damai.
Selanjutnya, ia mengajak seluruh termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi kepemudaan untuk bersinergi. Sinergi ini diwujudkan melalui pembangunan dialog yang berkelanjutan dan penciptaan lingkungan yang inklusif agar keberagaman yang ada dapat benar-benar dioptimalkan.
Dengan semangat kebersamaan dan dialog, Yunabut berharap keberagaman yang dimiliki Kabupaten Kapuas dapat bertransformasi menjadi kekuatan yang solid dalam mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan, selaras dengan tema "Bersatu Dalam Pembangunan." (SABRIANOOR/R)









