SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Direktur baru Perumdam Tirta Mentaya, Ismanadi mulai melakukan langkah awal dengan mengenal jajaran internal dan meninjau sejumlah permasalahan yang harus segera diselesaikan.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah penyelesaian tunggakan pembayaran pelanggan dan peningkatan kinerja pelayanan air bersih di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Langkah pertama saya adalah berkenalan dengan seluruh tim Perumdam dan melihat apa saja yang perlu kita benahi. Dari informasi awal yang saya terima, ada beberapa hal mendesak yang harus segera kita selesaikan,” ujar Ismanadi, Selasa, 14 Oktober 2025.

Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian utama adalah keterlambatan pembayaran pelanggan yang mencapai sekitar 21–25 persen.

Meskipun mayoritas tunggakan hanya satu hingga dua bulan, hal ini tetap menjadi prioritas untuk segera diselesaikan agar tidak berdampak pada operasional perusahaan.

“Tunggakan pelanggan memang tidak terlalu besar, tapi kalau dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu keuangan. Kita akan kelola dengan baik dan lakukan pendekatan agar pelanggan segera melakukan pembayaran tanpa perlu dilakukan pemutusan sambungan,” imbuhnya.

Ismanadi juga berencana membentuk divisi pemasaran (marketing division) sebagai langkah strategis untuk memperluas jumlah pelanggan sekaligus menjaga keseimbangan antara kapasitas produksi dan distribusi air bersih.

“Jumlah pelanggan masih kecil, kami akan membuat devisi marketing agar nanti bisa menganalisa apa yang bisa kita penuhi. Secara kapasitas produksi dan distribusi kita penuhi, namun jika pelanggan banyak distribusinya lambat akan jadi kendala lagi. Jadi kita seimbangkan produksi distribusi dan jumlah pelanggan,” katanya. (DEWI PATMALASARI/R)