BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menyebutkan bahwa Kalimantan Tengah dihadapkan pada dilema antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Kita dihadapkan pada dilema antara meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan, dengan kewajiban menjaga lingkungan untuk mencapai target FOLU Net Sink 2030 dan Net Zero Emission 2060,” jelas Leo di Palangka Raya, Selasa, 14 Oktober 2025.
Leo menjelaskan, Kalteng memiliki mandat ganda sebagai Lumbung Pangan Nasional dan Pusat Konservasi Internasional. Kondisi ini menuntut keseimbangan antara peningkatan produksi pangan dan perlindungan kawasan hutan.
Ia mengungkapkan bahwa revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng hingga kini belum disetujui, sementara kebutuhan akan perluasan lahan produksi pangan semakin mendesak.
Menurutnya, hal itu menjadi tantangan utama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dengan komitmen terhadap lingkungan hidup.
Leo menegaskan bahwa langkah ke depan harus mampu menjaga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan konservasi agar pembangunan berkelanjutan di Kalteng dapat tercapai. (HERMAWAN DP/J)









