PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menilai bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus dijadikan batu loncatan menuju industrialisasi, bukan sebagai tumpuan utama ekonomi jangka panjang.

Dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Aula Bapperida Kalteng, Selasa, 14 Oktober 2025, Leo menegaskan pentingnya hilirisasi dan pengembangan sektor manufaktur untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Menurut Leo, penguatan sektor industri akan mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan memberikan daya saing yang berkelanjutan bagi daerah.

Ia juga menilai pengelolaan fiskal dan anggaran daerah sebesar 33,9 triliun rupiah harus diarahkan untuk memperkuat sektor produktif dan mendukung proses industrialisasi.

“Modal ini harus dikelola secara disiplin, sinergis, kolaboratif, dan inovatif agar benar-benar menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Leo berharap agar seluruh perangkat daerah mampu berperan aktif dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis industri dan hilirisasi. (HERMAWAN DP/j)