BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah resmi menggelar Pemilihan Duta Baca 2025 bagi pelajar SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan ini berlangsung sehari penuh di Aula Disbudporapar, Selasa 14 Oktober 2025, sebagai upaya mendorong budaya literasi dan pemanfaatan teknologi secara positif di kalangan pelajar.
Acara dibuka oleh Bunda Literasi Pulang Pisau Hasanah Rifa’i dan ditutup oleh Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta. Sebanyak 34 peserta dari delapan kecamatan ambil bagian dalam ajang tahunan ini. Setiap sekolah mengirimkan perwakilan melalui koordinator wilayah bidang pendidikan di kecamatannya masing-masing.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pulang Pisau, drg Sopiyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda yang kini lebih akrab dengan media sosial dibandingkan buku.
“Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar. Saat ini minat baca masih tergolong rendah karena anak muda lebih banyak menggunakan media sosial,” ujar Sopiyah.
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa membaca tidak hanya terbatas pada buku fisik. Pemanfaatan literasi digital juga dapat menjadi sarana pembelajaran.
“Kami telah menghadirkan Perpustakaan Elektronik (E-Book Pulang Pisau) yang bisa diakses secara online. Ini bentuk inovasi kami dalam memperluas akses literasi,” jelasnya.
Sopiyah juga mengimbau pelajar agar menggunakan teknologi secara bijak untuk hal-hal positif. Ia menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget serta internet oleh anak-anak.
“Gadget dan internet sebaiknya dimanfaatkan untuk mencari informasi yang bermanfaat. Kami mengajak guru dan orang tua untuk turut mengawasi agar anak-anak tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” pesannya.
Melalui ajang Pemilihan Duta Baca ini, pemerintah daerah berharap dapat melahirkan duta-duta muda literasi yang mampu menjadi teladan dalam kebiasaan membaca dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Para pemenang nantinya akan dilibatkan dalam berbagai program literasi daerah untuk menginspirasi pelajar lainnya. (RETHA/J)









