SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan perbaikan pipa distribusi utama di kawasan Jalan Kembali, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Selama proses perbaikan berlangsung, distribusi air bersih ke sejumlah wilayah di sekitar lokasi akan terhenti selama kurang lebih delapan jam.

Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, mengatakan perbaikan dilakukan untuk mengganti alat sementara yang sebelumnya dipasang guna menahan kebocoran pipa di jalur tersebut.

“Kemarin kami menggunakan alat sementara agar kebocoran tidak berlangsung lama sambil menunggu alat baru datang. Kini alat permanen sudah tersedia dan akan kami pasang. Mudah-mudahan prosesnya lebih cepat, tidak sampai 24 jam seperti sebelumnya,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, proses perbaikan memerlukan penghentian sementara aliran air agar pipa benar-benar kering sebelum pemasangan alat baru dilakukan.

“Kami mohon maaf kepada pelanggan di wilayah Ketapang, karena distribusi air akan kami hentikan sementara selama sekitar delapan jam. Pengurasan pipa perlu dilakukan agar proses pemasangan alat berjalan aman dan lancar,” katanya.

Edy menambahkan, kebocoran yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan tekanan air turun hingga 20 persen, yang berdampak pada suplai dari instalasi Adaro dan distribusi ke pelanggan di sekitar wilayah tersebut.

“Setelah alat baru dipasang, kami harap tekanan air bisa kembali normal seperti semula dan tidak terjadi kebocoran lagi. Alat lama karetnya sudah retak, sehingga tidak bisa menahan tekanan penuh. Karena itu kami memesan alat baru tiga bulan lalu,” jelasnya.

Adapun wilayah terdampak penghentian distribusi air di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang meliputi Jalan Kopi, Perumnas, Jalan Panjaitan, Jalan Kapten Mulyono, Jalan H. Imran, dan Pelangsian.

Pengerjaan dimulai pukul 08.00 WIB di simpang empat Jalan Kembali, dan tim teknik Perumdam Tirta Mentaya akan bekerja maksimal agar perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin. (DEWI PATMALASARI/y)