BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan atau BIK Tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersinergi dengan PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan kepada 1.500 pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Palangka Raya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan akuisisi pembukaan rekening Simpanan Pelajar sebagai langkah konkret mendorong literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 2 Palangka Raya ini dihadiri oleh Kepala Sekolah M Rifani, Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, serta Pemimpin Cabang PT BPD Kalimantan Tengah Cabang Pasar Kahayan. Sinergi antar lembaga ini menjadi wujud komitmen bersama dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan keuangan yang relevan di tengah maraknya kejahatan digital.
Dalam sambutannya, Rifani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi keuangan tersebut. Ia menekankan pentingnya pemahaman siswa terhadap produk dan layanan jasa keuangan, khususnya simpanan pelajar.
“Saya berharap para siswa memiliki pemahaman keuangan yang memadai agar mampu mengelola keuangan dengan baik sejak dini serta terhindar dari tawaran-tawaran aktivitas keuangan ilegal,” ujar Rifani dalam rilis OJK Kalteng pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Sementara itu, Asisten Direktur Senior OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada menyampaikan bahwa literasi keuangan di tingkat SMA memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang cerdas finansial.
“Pengetahuan ini menjadi fondasi bagi pelajar dalam merencanakan masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan, merintis usaha, maupun mengambil keputusan finansial lainnya,” ungkapnya.
PT BPD Kalimantan Tengah turut memperkenalkan produk Simpanan Pelajar kepada para peserta, lengkap dengan tips menabung dan pengelolaan keuangan sederhana. Kegiatan akuisisi pembukaan rekening dilakukan secara langsung di lokasi, memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengakses layanan keuangan formal secara aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan ditutup dengan sesi interaktif berupa kuis dan tanya jawab seputar literasi keuangan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait manfaat dan risiko produk keuangan. Melalui kegiatan ini, OJK dan BPD Kalimantan Tengah berharap dapat menanamkan kebiasaan finansial yang sehat serta memperkuat perlindungan pelajar dari potensi kejahatan digital di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/y)









