PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi program penguatan pendidikan karakter dengan media film bertema cyberbullying.

Kegiatan ini menyasar seluruh kepala sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri/swasta se-Kota Palangka Raya, dengan total peserta mencapai 178 orang, ditambah perwakilan dari Polresta Palangka Raya dan unsur Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

Sosialisasi ini merupakan respons terhadap maraknya kasus perundungan di dunia maya yang menyasar generasi muda. Dunia digital, meski menawarkan banyak manfaat, juga menyimpan potensi bahaya jika tidak digunakan dengan bijak.

Komentar jahat, penyebaran foto tanpa izin, dan tindakan lain yang membuat orang merasa malu atau takut adalah contoh cyberbullying yang harus dicegah.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) RI Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa, bebas dari segala bentuk kekerasan dan perundungan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, dalam sambutannya mewakili Walikota Palangka Raya, menekankan pentingnya bersikap bijak, berempati, dan saling menghormati di dunia digital.

"Film yang ditonton bersama diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pendidik tentang dampak dari setiap kata dan tindakan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya," katanya, Rabu, 15 Oktober 2025.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Aswani, menyampaikan apresiasi atas kerjasama semua pihak dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia mengimbau seluruh kepala sekolah untuk menonton film cyberbullying dengan seksama dan mengambil pelajaran dari setiap adegan.

Aswani juga mengajak para pendidik untuk menerapkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam film tersebut di lingkungan sekolah.

Dengan kegiatan ini, diharapkan para pendidik dapat menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan karakter kuat dan anti-perundungan pada generasi muda Palangka Raya.

"Masa depan kota yang semakin Keren ada di tangan dan pikiran mereka, yang harus digunakan untuk hal-hal positif," pungkasnya. (PATHUR/Y)