PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan tren positif, dengan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), dan Kota Palangka Raya menjadi wilayah dengan aktivitas ekonomi syariah tertinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Analis Yunior Kantor Perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng, Rabiul Misa.

Rabiul menjelaskan bahwa tingginya perputaran ekonomi syariah di tiga daerah tersebut dipengaruhi oleh banyaknya perusahaan perkebunan sawit serta peran administratif dan bisnis yang aktif. BI terus mendorong literasi terkait ekonomi syariah untuk memaksimalkan potensi ini.

Kinerja EKSyar nasional terus menunjukkan pemulihan berkat sinergi berbagai kebijakan. Sistem keuangan syariah global dinilai makin berperan penting dalam mendukung inklusi ekonomi Indonesia.

Rabiul menegaskan bahwa Indonesia adalah raksasa yang tertidur dalam perekonomian dunia, berada di posisi ketiga ekonomi syariah global, namun potensinya masih perlu digali dan didorong agar berperan nyata di tingkat internasional.

"BI saat ini fokus pada penguatan ekosistem produk halal melalui penguatan kelembagaan, kapasitas, dan infrastruktur pendukung pelaku usaha syariah," katanya, Rabu, 15 Oktober 2025.

Selain itu, dilakukan penguatan keuangan syariah melalui pendalaman pasar uang syariah untuk meningkatkan pembiayaan syariah, serta penguatan penerapan halal lifestyle melalui strategi komunikasi untuk meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah.

Untuk mengembangkan EKSyar, Bank Indonesia merumuskan tiga strategi besar penguatan, yaitu penguatan Ekosistem Produk Halal, Penguatan Keuangan Syariah, dan Penguatan Literasi, Inklusi, dan Halal Lifestyle.

Di Kalimantan Tengah, BI menjalankan berbagai program pengembangan EKSyar, seperti penguatan sektor pertanian terintegrasi berbasis Society dan IT, pelatihan dan sertifikasi JULEHA, sertifikasi makanan halal, hingga pesantren GNPIP kemandirian ekonomi pesantren berbasis komoditas inflasi.

BI juga menggelar seminar wakaf uang, menyemarakkan National Halal Fair Kalteng dan Road to Fesyar 2025, serta mendukung penguatan keuangan sosial syariah bagi peningkatan kualitas SDM guru dan siswa.

"BI juga bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong perluasan jangkauan literasi ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya melalui event SERAMBI x NHF 2025, serta melibatkan content creator Kalteng dalam Training of Trainer Ekonomi dan Keuangan Syariah," pungkasnya. (PATHUR/Y)