BORNEONEWS, Palangka Raya – Menyikapi turunnya dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk melakukan efisiensi anggaran.
Menurut Agustiar, kondisi penurunan TKD ini harus disikapi dengan bijak agar roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Selaku Gubernur, saya akan menginstruksikan efisiensi di semua sektor. Tidak boleh ada pemborosan,” tegasnya saat bertemu dengan awak media, Selasa, 15 Oktober 2025 .
Ia menegaskan bahwa kegiatan yang bersifat seremonial, termasuk acara di hotel, sementara waktu akan ditiadakan.
Pemprov Kalteng akan memprioritaskan penggunaan anggaran untuk program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar.
“Tidak ada lagi acara di hotel. Kalau bisa dilaksanakan di kantor, lakukan di kantor. Fokuskan anggaran untuk pelayanan masyarakat,” ujar Agustiar menambahkan.
Gubernur juga menegaskan pemangkasan biaya perjalanan dinas. Menurutnya, perjalanan dinas harus benar-benar selektif dan hanya dilakukan apabila memiliki urgensi serta berdampak langsung pada kepentingan daerah.
“Perjalanan dinas juga kita pangkas. Kalau tidak terlalu penting, tidak usah dilakukan. Kita ingin uang daerah benar-benar digunakan untuk hal yang produktif dan bermanfaat,” tegasnya lagi.
Agustiar menjelaskan bahwa langkah efisiensi ini tidak hanya sebatas penghematan, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah dinamika fiskal nasional.
“Situasi ini menjadi momentum bagi kita untuk lebih disiplin dan kreatif dalam mengelola anggaran. Kita harus pastikan pembangunan tetap berjalan, tapi dengan cara yang lebih efektif dan efisien,” tutupnya. (MARINI/R)









