KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Seekor bekantan, primata endemik Kalimantan yang berstatus dilindungi, dilaporkan terlihat memasuki area pemukiman warga di Desa Bangkirai, Kecamatan Pulau Petak pada Selasa sore, 14 Oktober 2025.

Kehadiran satwa langka ini sempat menghebohkan warga sekitar yang menyadari pentingnya menjaga kelestarian hewan dengan hidung panjang tersebut.

Menurut kesaksian salah seorang warga, momen kemunculan bekantan tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB atau kurang lebih pukul 5 sore.

Hewan yang dikenal sebagai "monyet Belanda" ini tampak berkeliaran tidak jauh dari rumah-rumah penduduk, memicu rasa penasaran sekaligus kekhawatiran masyarakat. 

Warga yang menyaksikan peristiwa itu berhasil mengabadikan momen menarik tersebut dalam sebuah rekaman video. Perekam yang enggan disebutkan namanya memberikan konfirmasi tentang waktu kejadian. 

"Itu sore tadi sekitar jam 5-an, ulun (saya) lawan kawan yang memvideo," ujar sumber tersebut, yang videonya beredar cepat di kalangan warga lokal.

Setelah beberapa saat berada di pemukiman, bekantan itu kemudian bergegas menjauh. Saksi mata memastikan bahwa primata tersebut tidak tinggal lama di area perumahan. "Setelah kami video tu bukah (lari) ke pinggir laut bekantan-nya," imbuhnya, 

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah tentang perlunya pemantauan dan konservasi habitat bekantan, terutama di wilayah Kabupaten Kapuas yang memang dikenal memiliki populasi primata tersebut, seperti di Pulau Kupang.

Interaksi langsung antara bekantan dan manusia di pemukiman seringkali menjadi indikasi bahwa hutan sebagai tempat tinggal mereka mengalami gangguan. (SABRIANOOR/R)