KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Sebuah insiden kebakaran besar melanda jantung Kota Banjarmasin pada Rabu dini hari, 15 Oktober 2025. Tepat pukul 03.22 Wita, api berkobar hebat dan terkonfirmasi membakar gudang elpiji milik PT Goautama Sinarbatuah yang terletak di Jalan R.K Ilir, Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Kepanikan segera menyelimuti kawasan tersebut. Informasi cepat menyebar melalui jaringan komunikasi relawan, yang menyoroti kecepatan pembesaran api. 

"Telah terjadi 10.11 di R.K. Ilir, harap segera BPK meluncur ke lokasi. Api cepat membesar," demikian seruan darurat yang diungkapkan salah seorang relawan Rescue Banjarmasin.

Gudang yang terbakar ini diketahui merupakan fasilitas penyimpanan gas LPG milik PT Goautama Sinarbatuah.

Perusahaan ini bukan sekadar distributor biasa, melainkan agen resmi yang menyuplai gas LPG untuk berbagai sektor penting, mulai dari perumahan, restoran, hotel, hingga industri di seluruh Kalimantan Selatan.

Mengingat gudang tersebut menyimpan material bertekanan tinggi, upaya pemadaman harus dilakukan dengan risiko yang sangat tinggi.

Para relawan dan petugas pemadam kebakaran dari berbagai pos langsung mengerahkan seluruh daya dan upaya, berjibaku selama berjam-jam melawan kobaran api yang sangat dahsyat.

Hingga pukul 06.11 Wita, tim damkar gabungan masih terus berjuang memadamkan sisa-sisa api dan melakukan pendinginan.

Konsentrasi utama adalah mencegah api memicu ledakan susulan yang dapat memperparah keadaan, terutama karena adanya tangki-tangki elpiji di lokasi.

Menjelang pagi hari, kerja keras dan kewaspadaan tinggi tim pemadam akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dikuasai sepenuhnya, dan situasi di lokasi dinyatakan aman, meski dampak kerusakan yang ditinggalkan sangat masif.

Sampai saat berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti kepastian. Baik pihak kepolisian maupun dinas pemadam kebakaran belum merilis keterangan resmi terkait penyebab pasti munculnya api serta estimasi total kerugian yang diderita PT Goautama Sinarbatuah akibat musibah kebakaran gudang distributor vital tersebut. (SABRIANOOR/R)