SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Isu dugaan hubungan terlarang antara seorang kepala desa dan stafnya di salah satu desa di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur mencuat.

Kabar ini semakin ramai diperbincangkan setelah muncul rumor bahwa staf perempuan yang bersangkutan diduga tengah hamil.

Camat Pulau Hanaut, Dedi Purwanto, membenarkan bahwa dirinya telah mendengar kabar tersebut, namun menegaskan bahwa pihak kecamatan belum menerima laporan resmi terkait dugaan tersebut. 

"Beritanya memang sudah ramai, tapi sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke pihak kecamatan," ujarnya,Rabu, 15 Oktober 2025.

Menanggapi isu yang beredar, Dedi Purwanto menyatakan akan segera mengambil langkah pembinaan kepada seluruh kepala desa di wilayah Pulau Hanaut.

Langkah ini bertujuan agar para aparatur desa lebih berhati-hati dalam bersikap dan menjaga citra pemerintahan di tengah masyarakat.

"Dalam waktu dekat kami akan kumpulkan para kepala desa untuk pembinaan. Tujuannya agar mereka bisa menjaga etika dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," tegasnya.

Dedi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

"Kami harap warga menahan diri dulu. Kalau memang ada bukti dan laporan resmi, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya. (DEVIANA/R)