BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sebanyak 476 karyawan PT. First Lamandau Timber Internasional (FLTI) mengikuti tes urine yang digelar oleh Polres Lamandau pada Selasa, 14 Oktober 2025. Polres Lamandau mengapresiasi langkah preventif perusahaan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
"Kami mengapresiasi inisiatif PT. FLTI melakukan tes urine pada seluruh karyawan. Ini langkah yang baik untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja," ujar Kasat Resnarkoba Polres Lamandau, AKP Fery Endro Priyawanto, Rabu 15 Oktober 2025.
Menurut AKP Fery, dengan melibatkan 476 karyawan dalam tes urine ini, PT. FLTI telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
"Kami berharap, langkah ini dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain di Lamandau," tambahnya.
Hasil tes urine terhadap 476 karyawan PT. FLTI menunjukkan hasil negatif. AKP Fery berharap, hasil ini dapat memotivasi seluruh karyawan untuk terus menjauhi narkoba dan menjaga lingkungan kerja yang bersih dari pengaruh narkoba.
"Kami akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan di Lamandau untuk memastikan bahwa mereka memiliki komitmen yang kuat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba," tegas AKP Fery. (NATALIA KRISTIN/j)









