BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD), di Aula BKAD Kuala Pembuang, Kamis,16 Oktober 2025.
Kegiatan dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah, Adhian Noor, mewakili Bupati Seruyan.
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menyampaikan bahwa Seruyan merupakan daerah rawan bencana, terutama banjir dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang hampir terjadi setiap tahun.
“Penanggulangan bencana merupakan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan menjadi prioritas Pemkab Seruyan. Hal ini juga telah dituangkan dalam RPJMD 2025–2029,” ujar Adhian Noor.
FGD ini bertujuan menyamakan persepsi antarperangkat daerah terkait penyampaian data dan bahan pendukung penilaian IKD.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antarinstansi dapat memperkuat pencapaian target Indeks Risiko Bencana sesuai RPJMD Kabupaten Seruyan.
Asisten II juga mengajak seluruh peserta berperan aktif dalam penyusunan dan pengumpulan data yang akan diunggah ke sistem InaRISK untuk diverifikasi oleh BNPB.
Ia berharap dukungan dari para narasumber dan pemangku kepentingan, termasuk dalam hal pendanaan kegiatan kebencanaan.
“Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat sistem penanggulangan bencana yang responsif, berkelanjutan, dan inklusif bagi seluruh masyarakat Seruyan,” pungkasnya. (FAHRUL/R)








