BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP bersama Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Bedah Buku Mitos vs Fakta Kelapa Sawit di Aula Gedung 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Solo. Acara ini menjadi bagian dari kampanye edukatif untuk meluruskan persepsi publik terhadap industri kelapa sawit yang kerap disalahpahami.
Sebagai rangkaian dari kegiatan diseminasi sawit baik, BPDP juga menyelenggarakan Lomba Konten Kreatif Sawit yang berlangsung pada 13–30 September 2025. Lomba ini terbagi dalam dua kategori, yaitu short video dan infografis, dan berhasil menarik partisipasi lebih dari 25 tim mahasiswa dari berbagai universitas ternama seperti UNS, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Jember.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan komitmen BPDP dalam mendukung kampanye positif sawit melalui berbagai pendekatan, termasuk kegiatan bedah buku dan penguatan UMKM berbasis sawit. Menurutnya, promosi sawit tidak hanya soal edukasi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Dukungan kepada UMKM sawit merupakan bagian dari strategi melawan kampanye hitam dengan menonjolkan manfaat sawit melalui produk-produk turunannya. Bersama UNS dan Universitas Jambi, kami mendorong lahirnya usaha rintisan UMKM Sawit oleh mahasiswa. Beberapa produk inovatif seperti briket aroma, sentalara, palmscrub, dan palmaroma telah dihasilkan,” ujar Helmi dalam rilisnya pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Ia menambahkan bahwa produk-produk ini dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen melalui peningkatan konsumsi produk dalam negeri.
Kegiatan bedah buku ini juga menghadirkan tiga narasumber dari UNS yang membahas sawit dari berbagai perspektif. Prof. Agung Wibowo dari Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian mengulas dampak sosial ekonomi sawit terhadap masyarakat sekitar perkebunan. Sementara itu, Dr. Evi Irawan membahas struktur pasar industri sawit dan pentingnya dukungan terhadap petani sawit.
Dr. Bara Yudhistira dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan turut menyampaikan materi mengenai aspek pangan dan kesehatan dari produk sawit. Ia menekankan bahwa sawit memiliki potensi besar sebagai sumber bahan pangan dan kosmetik yang aman dan bernilai tinggi jika dikelola secara berkelanjutan.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, Ketua Program Studi D3 Agribisnis UNS Raden Kunto Adi MP, Direktur Eksekutif PASPI Dr. Tungkot Sipayung, serta perwakilan BPDP dan mahasiswa UNS. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan generasi muda dalam membangun narasi positif tentang kelapa sawit.
“Melalui kegiatan ini, BPDP dan mitra strategisnya berharap dapat memperkuat pemahaman publik tentang sawit sebagai komoditas strategis nasional yang tidak hanya berkontribusi pada ekonomi, tetapi juga membuka peluang inovasi dan kewirausahaan bagi generasi muda,“ tutur Helmi lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









