PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan atau BIK Tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah atau BPD Kalimantan Tengah menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan bagi 1.500 pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Palangka Raya. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum pembukaan rekening Simpanan Pelajar atau SimPel sebagai langkah konkret mendorong inklusi keuangan sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 2 Palangka Raya ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Palangka Raya, Pemimpin Cabang PT BPD Kalimantan Tengah Cabang Pasar Kahayan, serta Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili oleh Asisten Direktur Senior, Andrianto Suhada. Dalam sambutannya, Andrianto menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan pelajar sebagai fondasi dalam membentuk generasi muda yang cerdas dan mandiri secara finansial.

“Literasi keuangan sejak dini, khususnya di tingkat SMA, memegang peran penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas mengelola keuangan. Pengetahuan ini juga menjadi fondasi bagi mereka untuk merencanakan masa depan, baik dalam melanjutkan pendidikan, merintis usaha, dan rencana masa depan lainnya,” terang Andrianto dalam rilisnya pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Kepala Sekolah SMAN 2 Palangka Raya, M Rifani turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap para siswa dapat memahami pentingnya produk dan layanan jasa keuangan, serta mampu mengelola keuangan secara bijak sejak dini.

“Kami sangat mendukung inisiatif ini karena dapat membekali siswa dengan pengetahuan praktis yang berguna untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga mencakup akuisisi pembukaan rekening SimPel bagi para pelajar. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kebiasaan menabung dan memberikan akses langsung kepada layanan keuangan formal. Dengan memiliki rekening sendiri, para pelajar diharapkan lebih sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan pribadi dan terhindar dari risiko kejahatan digital yang kian marak.

Melalui sinergi antara OJK dan PT BPD Kalimantan Tengah, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk turut serta dalam membangun budaya finansial yang sehat di kalangan generasi muda. (TESTI PRISCILLA/j)