PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Menyikapi peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Palangka Raya, anggota DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Menurut laporan BMKG, suhu udara di Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir mencapai 36 derajat Celcius, dengan tingkat radiasi sinar ultraviolet (UV) yang tergolong berisiko tinggi terhadap kesehatan kulit dan tubuh. 

“Masyarakat perlu memperhatikan kondisi cuaca saat ini. Hindari terlalu lama berada di luar ruangan, terutama antara pukul 10.00 hingga 15.00, saat intensitas sinar matahari paling tinggi,” ujar Sri Ani, Kamis, 16 Oktober 2025..

Ia menekankan, paparan sinar UV secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi, kulit terbakar, hingga meningkatkan risiko penyakit kulit dalam jangka panjang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, atau tabir surya jika harus beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, Sri Ani juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan cairan tubuh di tengah cuaca panas. “Perbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi. Cuaca seperti ini sangat berpotensi menyebabkan kelelahan dan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia,” ujarnya.

Politisi PKB itu menambahkan, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui instansi terkait juga diharapkan dapat melakukan sosialisasi dan edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat. Hal ini penting agar warga lebih memahami langkah-langkah pencegahan dampak buruk akibat suhu panas ekstrem.

“BMKG sudah memberikan peringatan dini, artinya kita harus sigap dan tidak menyepelekan kondisi ini. Dinas Kesehatan dan BPBD bisa berkoordinasi memberikan informasi dan imbauan praktis kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kondisi lingkungan tetap hijau dengan memperbanyak tanaman pelindung serta mengurangi pembakaran lahan atau sampah yang dapat memperparah suhu panas.

“Kita semua punya peran untuk menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk dengan memperbanyak ruang terbuka hijau agar suhu kota tidak semakin tinggi,” tegas Sri Ani.

Sri Ani berharap, masyarakat Kota Palangka Raya tetap waspada namun tidak panik, serta senantiasa memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait.

“Cuaca ekstrem ini harus kita hadapi dengan kesadaran bersama dan langkah-langkah pencegahan yang tepat,” pungkasnya. (MARINI/j)