NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menggelar Gerakan Aksi Bergizi Tahun 2025 di SMP Negeri 4 Bulik, Kamis, 16 Oktober 2025. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan angka anemia yang mengkhawatirkan di kalangan remaja putri.

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan bahwa angka anemia pada remaja putri usia 15-24 tahun di Lamandau meningkat signifikan dari 18,4 persen menjadi 32 persen. Kondisi ini memicu perhatian serius dari pemerintah daerah.

Asisten Administrasi Pembangunan, Ekonomi, dan SDA Setda Kabupaten Lamandau, Meigo Basel, menyampaikan bahwa pemerintah sangat prihatin dengan peningkatan angka anemia ini. "Ini adalah masalah serius yang harus segera kita atasi bersama," ujarnya.

Meigo Basel menjelaskan, jika tidak dicegah sejak dini, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa kehamilan dan meningkatkan risiko komplikasi serta stunting pada generasi berikutnya. 

"Dampak jangka panjangnya sangat merugikan, sehingga intervensi dini sangat penting, Kami ingin remaja putri Lamandau lebih peduli terhadap kesehatan mereka," kata Meigo.

Gerakan Aksi Bergizi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) secara rutin, menjaga pola makan bergizi seimbang, mengurangi konsumsi gula berlebih, serta aktif berolahraga. 

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lamandau, Helen Erawati Abdul Hamid menambahkan bahwa dukungan dari berbagai organisasi wanita sangat penting dalam menyukseskan gerakan ini. 

"Kami siap membantu pemerintah dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada remaja putri dan masyarakat," ujarnya.

Dengan adanya Gerakan Aksi Bergizi ini, Pemkab Lamandau berharap dapat menekan angka anemia pada remaja putri dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. "Kesehatan remaja putri adalah investasi masa depan daerah kita," pungkas Meigo Basel. (NATALIA KRISTIN/j)