KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-45, Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di Kecamatan Mihing Raya, Kamis, 16 Oktober 2025. GPM tersebut dilaksanakan serentak di Seluruh Indonesia.

"Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan program nasional yang menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok dalam rangka mengendalikan inflasi khususnya inflasi pangan," kata Sekda Gunung Mas Richard, Jumat, 17 Oktober 2025. 

GPM juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan akses pangan yang berkualitas dan terjangkau. 

Dirinya menjelaskan bahwa program ini akan terus berlanjut dan melibatkan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama dan menciptakan kesejahteraan.

"GPM di berbagai lokasi bisa berdampak positif bagi masyarakat dan menjadi bukti pemerintah hadir lebih dekat ke masyarakat dan masyarakat pun mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih murah dan berkualitas," ucapnya.

Sementara itu, Kepala DPKP Kabupaten Gunung Mas Eigh Manto menjelaskan bahwa GPM yang dilaksanakan menjual berbagai bahan pangan dengan harga yang lebih murah dari pasaran karena disubsidi oleh pemerintah.

"Bahan pangan yang kami jual dengan harga yang sudah disubsidi yakni beras premium, minyak goreng, bawang merah, bawang putih telur ayam ras, ikan patin, beras SPHP, gula pasir, daging ayam," jelas Eigh Manto.

Untuk beras premium dijual dengan harga Rp65 ribu per sak 5kilogram, beras SPHP Rp60 ribu per sak 5kilogram, minyak goreng kita Rp15 ribu per liter, gula pasir dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram, bawang merah dijual dengan harga Rp18 ribu per setengah kilogram, bawang putih Rp15 ribu per setengah kilogram.

Telur ayam ras dijual dengan harga Rp 52 ribu per tabak, daging ayam ras Rp 18 ribu per setengah kilogram, dan ikan patin Rp30 ribu per kilogram.

Selain itu dijual pula bahan pangan lain seperti mi goreng, susu kental manis, sarden, garam, sirup, teh, kopi dan lainnya yang tidak disubsidi namun harga jualnya masih lebih murah dari pasaran.

"Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong pemerintah daerah untuk terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi," jelas Eigh Manto.

Dirinya melaporkan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Hari Pangan Sedunia pada bulan Oktober ini akan dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Kecamatan Mihing Raya tanggal 16 Oktober 2025 dan di Taman Kota Kuala Tahun 2025 tanggal 22 Oktober 2025. 

"Kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang sudah turut menyukseskan program GPM. Program ini bekerjasama dengan BULOG, pedagang, pembudidaya ikan setempat dan mitra sebagai penyedia bahan pangan," tukasnya. (RISKA YULYANA/Y)