BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan hasil evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah berakhirnya Status Siaga Darurat Tahun 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kalteng Ahmad Toyib menjelaskan, rapat koordinasi yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari evaluasi program dan kegiatan selama tahun 2025.
“Tujuannya mengevaluasi upaya sepanjang tahun untuk jadi bahan perencanaan 2026,” ujar Ahmad Toyib dalam keterangannya di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Ia menyebutkan, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara kolaboratif antara Pemprov Kalteng, pemerintah pusat dan kabupaten/kota, TNI-Polri, lembaga usaha dan adat, serta masyarakat.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan dan penanganan karhutla untuk tahun 2026.
Pada momen tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menekankan perlunya menyelesaikan pemetaan wilayah non gambut di 2025. (HERMAWAN DP/y)









