BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan sinergi nyata antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di daerah.
Dalam keterangannya kepada media, Leonard menyampaikan bahwa harga komoditas pangan di GPM lebih murah dibandingkan harga pasar, dan program ini berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
“Inflasi di Kalteng tetap terkendali di bawah 3 persen dan daya beli masyarakat terjaga,” ungkapnya Leonard dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung kemandirian pangan melalui langkah sederhana seperti menanam cabai dan sayuran di pekarangan rumah.
Selain itu, Leonard mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
GPM disebut Leonard sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga kestabilan harga dan pasokan pangan di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/j)
Gerakan Pangan Murah Bukti Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Jaga Harga Pangan
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







