PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Terkait pemberitaan sebelumnya mengenai dugaan pengoplosan beras SPHP di salah satu penggilingan padi di Desa Mulyasari, Pangkoh 2B milik Kiswo, pihak pemilik akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi.

Kiswo, pemilik penggilingan padi menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan pengoplosan beras untuk tujuan diperjualbelikan, melainkan hanya untuk konsumsi pribadi.

“Adanya beras SPHP di penggilingan saya itu milik masyarakat yang meminta digiling ulang dan dicampur dengan beras lokal untuk dikonsumsi sendiri. Sebab warna beras SPHP kurang bagus dan kalau dimasak hasilnya agak keras,” jelas Kiswo saat ditemui borneonews.co.id, Jumat, 17 Oktober 2025.

Ia menambahkan beras SPHP yang ditemukan di tempat penggilingannya sebagian juga milik para pekerja yang ingin menggiling ulang agar rasa dan tampilannya lebih baik.

“Tidak mungkin saya mengoplos beras untuk dijual. Kalau untuk dikonsumsi sendiri, iya,” tegasnya.

Kendati demikian, Kiswo berharap pemberitaan yang beredar di luar dapat disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak lain, termasuk para pemilik penggilingan padi lainnya di wilayah Pulang Pisau. (RETHA/R)