KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kapuas terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Komitmen ini dibuktikan dengan suksesnya kegiatan panen sayur pokcoy yang dilaksanakan di lahan pertanian rutan.

Kepala Rutan Kapuas, Daniel Kristianto, menyampaikan apresiasi atas kerja keras petugas dan WBP yang telah berkontribusi aktif dalam kegiatan pertanian. Ia menegaskan bahwa program pembinaan di Rutan Kapuas tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga bertujuan melatih keterampilan dan produktivitas WBP.

"Panen pokcoy menjadi bukti bahwa program pembinaan di Rutan Kapuas tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga melatih keterampilan dan produktivitas. Melalui kegiatan ini, kami turut mendukung ketahanan pangan dan memberikan bekal positif bagi WBP setelah bebas nanti," ungkapnya, Jumat, 17 Oktober 2025.

Hasil panen sayuran sebagian besar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur rutan, sementara sebagian lainnya dijual sebagai bentuk kegiatan kerja produktif WBP. Hal tersebut tidak hanya mengurangi biaya operasional rutan tetapi juga memberikan pengalaman berharga kepada WBP dalam siklus produksi dan pemasaran.

Kegiatan panen merupakan bagian nyata dari dukungan Rutan Kapuas terhadap 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam program pemberdayaan WBP untuk mendukung ketahanan pangan nasional, selaras dengan upaya pemerintah dalam memaksimalkan peran lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan yang produktif.

Tidak hanya pokcoy, Rutan Kapuas juga telah membudidayakan berbagai jenis tanaman sayuran lain seperti selada, bawang prei, kangkung, dan beberapa komoditas hortikultura lainnya. Seluruh kegiatan pertanian ini dilakukan secara mandiri oleh WBP di bawah bimbingan petugas pembinaan kemandirian.

Dengan hasil yang memuaskan dan komitmen yang kuat, Rutan Kapuas berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan pertanian dan pemberdayaan WBP lainnya, sehingga dapat menciptakan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan mendukung reintegrasi sosial WBP.  (SABRIANOOR/j)