SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Program tugas belajar bagi dokter yang ingin mengikuti pendidikan dokter spesialis di Kabupaten Kotawaringin Timur, mendapat respons positif. 

Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, mengungkapkan bahwa sudah ada enam dokter yang mendaftarkan diri dalam program ini.

"Yang mendaftar sudah ada enam orang. Kita usahakan, berapapun anggarannya sesuai kebutuhan. Saya rasa bagi pemerintah daerah itu tidak jadi persoalan," ujar Umar Kaderi, Jumat, 17 Oktober 2025.

Inisiatif ini diambil sebagai respons terhadap kekurangan dokter spesialis di Kotawaringin Timur, termasuk spesialis jantung, saraf, rehabilitasi medik, dan tenaga kesehatan pendukung lainnya. Kondisi itu seringkali memaksa pasien untuk dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, yang tidak hanya membebani keluarga pasien tetapi juga berisiko terhadap keselamatan pasien karena waktu tempuh yang bisa mencapai empat jam ke Palangka Raya atau Pangkalan Bun.

"Kalau ada spesialis bedah saraf di sini maka akan bisa cepat. Kita sudah punya CT Scan dan dokter radiologi, sehingga begitu diagnosanya misalnya ada pembekuan darah di otak stroke maka bisa dilakukan bedah tengkorak," jelasnya.

Program tugas belajar ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan mengantisipasi berkurangnya dokter spesialis akibat pensiun atau mutasi. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah menandatangani peraturan bupati (Perbup) tentang bantuan tugas belajar dokter spesialis dan tenaga kesehatan, yang membuka kesempatan bagi dokter PNS maupun non-PNS untuk menempuh pendidikan spesialis dan mengabdi di Kotawaringin Timur.

Pembiayaan pendidikan akan ditanggung oleh pemerintah daerah, dengan syarat setelah lulus, mereka wajib mengabdi selama 15 tahun di Kotawaringin Timur. Seleksi akan dilakukan berdasarkan kebutuhan spesialisasi di RSUD dr. Murjani Sampit, RSUD Pratama Samuda, dan RSUD Pratama Parenggean.

"Kalau saat ini kita tidak memulainya maka kita akan ketinggalan terus karena dokter spesialis ini terus berkurang. Insyaallah tahun depan sudah kita mulai. Anggarannya masih kami diskusikan dengan TAPD, mudah-mudahan dalam pembahasan APBD sudah dimasukkan sesuai kebutuhan," tutupnya. (DEVIANA/j)