BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten Lamandau menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat, 17 Oktober 2025. disambut antusias oleh warga. Acara yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan ini, bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Sejak pagi, warga sudah memadati lokasi GPM. Mereka berbondong-bondong membeli berbagai komoditas yang dijual dengan harga subsidi.
"Alhamdulillah, harga di sini jauh lebih murah dari pasar. Lumayan bisa menghemat pengeluaran," ujar Ibu Sumiati, seorang ibu rumah tangga yang datang berbelanja.
Pantauan di lokasi, komoditas yang paling banyak diburu adalah beras, telur, dan minyak goreng. Harga yang lebih rendah dari harga pasar, membuat warga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membeli dalam jumlah yang cukup banyak.
Bupati Lamandau, melalui Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan, dan SDA, menyampaikan bahwa GPM ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau," ujarnya.
Salah seorang warga, Bapak Budi, mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi upaya pemerintah dalam menggelar GPM ini.
"Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin, agar masyarakat tidak terlalu terbebani dengan harga-harga yang semakin mahal," harapnya.
GPM kali ini menyediakan tujuh komoditas utama, yaitu beras premium, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Harga yang disubsidi antara 5 hingga 35 persen, tentu sangat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. (NATALIA KRISTIN/j)









