NANGA BULIK –

BORNEONEWS,  Nanga Bulik - Sebuah truk bermuatan semangka mengalami insiden terguling di Jembatan Sungai Bunut Lamandau. Kejadian ini menyebabkan gangguan lalu lintas antara Kota Nanga Bulik dan Desa Bunut.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, pengemudi truk berupaya menghindari lubang besar di permukaan jembatan yang memang telah mengalami kerusakan. Namun, upaya tersebut justru mengakibatkan truk terperosok ke sisi kanan jembatan dan akhirnya terguling.

Akibat insiden pada Kamis sore, 16 Oktober 2025 ini, muatan semangka yang dibawa truk tumpah ke bawah jembatan. Sebagian besar buah-buahan tersebut pecah, menambah kesemrawutan di sekitar lokasi. Warga sekitar pun berdatangan untuk menyaksikan proses evakuasi truk yang berlangsung cukup lama.

Meskipun pengemudi truk berhasil selamat, proses evakuasi kendaraan tidaklah mudah. Kondisi truk yang terperosok ke sungai, ditambah dengan keterbatasan peralatan, membuat evakuasi memakan waktu beberapa jam.

Masyarakat sekitar mengungkapkan kekhawatiran mengenai kondisi Jembatan Sungai Bunut. Mereka meminta pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan perbaikan. Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani, insiden serupa dapat terulang dan menimbulkan korban jiwa yang lebih serius.

"Kami sudah lama mengeluhkan kondisi jembatan ini. Setiap hari kami merasa waswas saat melintasinya," ujar Jailil pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Jembatan Sungai Bunut merupakan akses vital bagi warga Desa Bunut dan sekitarnya menuju Kota Nanga Bulik. Kondisi jembatan yang kurang memadai sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama dalam hal transportasi, perekonomian, dan akses ke layanan publik. Warga berharap pemerintah daerah segera merespons keluhan mereka dan memberikan solusi yang konkret untuk mengatasi masalah ini.

"Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan ini, jangan sampai ada korban jiwa," tambahnya. (NATALIA KRISTIN/j)