NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten Lamandau mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada hari Jumat, 17 Oktober 2025.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putera, melalui Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan, dan SDA, Meigo Basel menegaskan bahwa GPM adalah wujud nyata upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi.

"Kami berupaya menekan laju inflasi harga pangan agar masyarakat tidak terlalu terbebani," ujar Meigo. 

Dalam kegiatan ini, pemerintah menyediakan tujuh komoditas utama dengan harga subsidi, meliputi beras premium, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Subsidi yang diberikan bervariasi antara 5 hingga 35 persen dari harga eceran tertinggi di pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Tryan Kuderon, menjelaskan bahwa GPM merupakan salah satu dari sekian banyak upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan.

"Kami terus memantau harga di pasar dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga pasokan," jelasnya. (NATALIA KRISTIN/j)