BORNEONEWS, Palangka Raya – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangka Raya (FISIP UPR), Suprayitno, menyampaikan bahwa tekanan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan peredaran narkoba.
Menurutnya, kondisi ekonomi memiliki pengaruh besar terhadap kecenderungan sebagian masyarakat untuk terlibat dalam bisnis terlarang tersebut. Baik kalangan mampu maupun tidak mampu sama-sama memiliki peluang karena tergiur dengan keuntungan besar yang ditawarkan.
“Sejatinya tingkat ekonomi berpengaruh besar pada bisnis peredaran gelap seperti narkoba. Baik kalangan mampu maupun tidak mampu memiliki peluang yang sama, mengingat besarnya iming-iming keuntungan dari bisnis haram tersebut,” ujar Suprayitno yang juga Pengamat Kebijakan Publik UPR ini di Palangka Raya, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Ia menambahkan, penguatan karakter dan edukasi hukum sangat diperlukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang dampak sosial dan hukum dari penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, peran pemerintah dan berbagai pihak sangat penting dalam menekan potensi keterlibatan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
“Perlu keterlibatan pemangku kepentingan, baik pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun pihak lain melalui berbagai program yang berdampak positif,” tutupnya. (HERMAWAN DP/Y)









