BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, mengingatkan Pemerintah Kota untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun. Pasalnya, cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang kerap mengalami kenaikan harga signifikan pada momen-momen tersebut.
“Harga cabai harus dijaga tetap stabil, apalagi menjelang hari besar keagamaan dan akhir tahun. Ini penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi bisa dikendalikan,” kata Khemal, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Menurutnya, fluktuasi harga cabai sering kali disebabkan oleh faktor cuaca dan distribusi yang terganggu. Karena itu, diperlukan langkah antisipatif sejak dini agar stok tetap tersedia dan harga tidak melonjak di pasaran.
Khemal juga mendorong Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian Kota Palangka Raya untuk melakukan koordinasi intensif dengan pihak distributor, pedagang, serta petani lokal dalam memastikan ketersediaan pasokan cabai di pasar tradisional maupun modern.
“Pemerintah harus aktif melakukan pemantauan harga dan stok di pasar. Kalau perlu, lakukan operasi pasar agar harga tetap terkendali,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai pentingnya mendorong petani lokal untuk menanam cabai dalam skala lebih luas dengan dukungan bibit unggul dan pupuk bersubsidi. Langkah ini diyakini dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar kota.
“Kalau pasokan lokal kuat, otomatis harga lebih mudah dikendalikan. Ini juga menjadi peluang ekonomi bagi petani Palangka Raya,” tambahnya.
Khemal berharap ke depan, Pemko Palangka Raya mampu menciptakan sistem pangan yang stabil, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat kecil, terutama menjelang momentum-momentum penting seperti Natal dan Tahun Baru. (MARINI/j)









