BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus melakukan langkah-langkah dalam penataan kawasan kota, salah satunya melalui penataan dan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) agar lebih tertib dan terorganisir dengan memanfaatkan Pasar Datah Manuah.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan bahwa penataan PKL bukan semata-mata untuk memindahkan pedagang, melainkan sebagai upaya menciptakan kota yang lebih bersih, tertib, dan memiliki tata ruang yang baik.
“Penataan pedagang ini merupakan upaya menciptakan kota yang lebih tertib, bersih, dan terorganisir. Relokasi PKL menjadi salah satu elemen penting, sehingga mampu berimplikasi pada pemberdayaan Pasar Datah Manuah agar lebih menggeliat,” ungkapnya, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Ia menambahkan, keberadaan PKL memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, sehingga pemerintah berkomitmen untuk melakukan penataan yang humanis dan berkeadilan tanpa menghambat aktivitas ekonomi.
“Penanganan PKL merupakan salah satu komponen penting dalam pembenahan ini. Kami ingin memastikan bahwa aktivitas ekonomi tetap berjalan, namun pada tempat yang semestinya,” tegasnya.
Menurut Zaini, langkah relokasi ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan fungsi pasar-pasar tradisional yang sudah disediakan, seperti Pasar Datah Manuah, agar lebih hidup dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Ia berharap para pedagang dapat memahami tujuan pemerintah tersebut dan bersama-sama menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan tempat usaha.
“Dengan dukungan para pedagang dan masyarakat, kita bisa mewujudkan Palangka Raya sebagai kota yang tidak hanya indah dan tertib, tetapi juga produktif dan berdaya saing,” pungkasnya. (MARINI/j)









