BORNEONEWS, Palangka Raya – Seiring meningkatnya minat masyarakat berkunjung ke Duta Mall Palangka Raya, sejumlah warga yang biasanya berkunjung ke Lippo Plaza Palangka Raya meminta pusat perbelanjaan ini berbenah dengan menghadirkan terobosan dan daya tarik baru untuk kembali menarik minat pengunjung.
Pengamatan pengunjung, kondisi Lippo Plaza kini tampak lebih sepi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Banyak tenant yang tutup dan kegiatan promosi yang semakin jarang digelar membuat suasana mall terasa kurang hidup.
“Sekarang banyak orang lebih memilih ke Duta Mall karena suasananya lebih ramai dan fasilitasnya lengkap. Lippo sebaiknya berbenah, biar pengunjung mau datang lagi,” ujar Dwi (27), warga Jalan Yos Sudarso, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Hal senada diungkapkan Andi (34), warga Panarung. Ia menilai Lippo Plaza perlu menghadirkan konsep baru yang lebih menarik, seperti kegiatan hiburan, bazar UMKM lokal, atau festival tematik yang dapat menjadi magnet bagi masyarakat.
“Kalau ada acara seru, orang pasti datang lagi. Selama ini kurang kegiatan, jadi terasa monoton,” katanya.
Beberapa warga juga menilai bahwa Lippo Plaza memiliki potensi besar karena lokasinya strategis dan sudah dikenal masyarakat sejak lama. Namun, tanpa pembaruan dan inovasi, daya saingnya bisa terus menurun.
“Sayang kalau dibiarkan begitu saja. Lippo ini kan mall pertama yang besar di Palangka Raya, jadi seharusnya bisa jadi ikon lagi kalau dikelola dengan baik,” ucap Rita (31), pengunjung asal Pahandut.
Selain event, masyarakat berharap manajemen Lippo Plaza memperbaiki kenyamanan fasilitas seperti area parkir, tata ruang tenant, serta menambah variasi kuliner dan hiburan keluarga.
“Kalau tempatnya nyaman, bersih, dan banyak pilihan makan atau main anak, pasti ramai lagi,” tambah Siti (29), warga Bukit Tunggal.
Warga berharap pihak pengelola dapat menampung aspirasi masyarakat dan melakukan pembenahan segera, agar Lippo Plaza tetap menjadi salah satu destinasi belanja dan rekreasi utama di Kota Palangka Raya.
“Kita ingin kedua mall di Palangka Raya sama-sama maju. Kalau bersaing secara sehat dan kreatif, masyarakat juga yang diuntungkan,” tutup Siti. (MARINI/j)









