KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Angin puting beliung yang disertai cuaca ekstrem melanda Desa Mekar Sari, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Jumat, 17 Oktober 2025. Bencana yang terjadi sekitar pukul 14.32 Wita ini mengakibatkan puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. 

Informasi sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Tapin mencatat total taksiran kerugian mencapai sekitar Rp. 771.150.000.

Dampak terparah dirasakan oleh warga di lima RT yang tersebar di RW 001, RW 002, dan RW 003 Desa Mekar Sari, dengan total 43 Kepala Keluarga (KK) atau 155 jiwa menjadi korban. Rumah-rumah terdampak didominasi oleh kerusakan ringan sebanyak 41 unit dan kerusakan sedang 2 unit. 

Persentase kerusakan pada rumah-rumah warga bervariasi, mulai dari 1% hingga yang paling parah mencapai 50%. Total kerugian material untuk fasilitas pribadi warga diperkirakan mencapai Rp. 374.550.000.

Selain hunian warga, sejumlah fasilitas umum juga tak luput dari amukan angin kencang. Pos Kamling di lokasi kejadian dilaporkan mengalami kerusakan total 100% dengan taksiran kerugian Rp. 60.000.000. Tempat ibadah, yakni Mushola Hidayutullah RT 003, mengalami kerusakan ringan 10% dengan taksiran kerugian Rp. 600.000.

Kerusakan signifikan juga menimpa Pondok Pesantren Izzul Hasan. Kompleks pesantren ini mengalami kerusakan pada dua unit asrama yang masing-masing rusak 50%, tiga ruangan lokal SMP rusak 10%, dan ruangan kantor rusak 20%. Kerugian total untuk fasilitas umum, termasuk pondok pesantren, mencapai taksiran Rp. 396.600.000.

Keterangan masyarakat, curah hujan yang sangat tinggi disertai angin kencang adalah pemicu utama, yang menyebabkan banyak atap bangunan terangkat dan terbang terbawa angin. Angin puting beliung ini dilaporkan mulai terjadi pada pukul 14.32 Wita, dan informasi kejadian diterima oleh Pusdalops-PB BPBD Tapin pada pukul 17.22 Wita.

'Menanggapi laporan ini, Tim Reaksi Cepat (TRC), Satuan Tugas (Satgas), dan Pusdalops-PB BPBD segera bergerak cepat melakukan groundcheck dan pendataan lengkap terhadap warga dan bangunan yang terdampak. Upaya ini juga diikuti dengan koordinasi bersama dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut," papar Kepala Pelaksana BPBD Tapin, M. Nor dalam laporan resmi BPBD, Sabtu, 18 Oktober 2025. 

Kondisi terkini di lokasi kejadian menunjukkan bahwa sebagian rumah yang rusak masih belum diperbaiki secara mandiri oleh warga, menandakan perlunya penanganan dan bantuan lebih lanjut. 

BPBD Kabupaten Tapin juga telah mendirikan tenda pengungsian bagi korban dan terus mengawal penanganan bencana ini, dengan harapan upaya perbaikan dan penyaluran bantuan dapat segera dilakukan. (SABRIANOOR/j)