BORNEONEWS, Pulang Pisau – Musibah kecelakaan kerja pada proyek revitalisasi TK Pembina Pandih Batu yang menewaskan seorang kepala tukang, Didik Adi Sucipto, mendapat perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau.
Kepala Dinas Pendidikan Sri Putri Pratiwi menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas insiden yang menimpa salah satu pekerja proyek tersebut.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami juga sudah berupaya menjembatani agar keluarga korban bisa mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan, meski ternyata yang bersangkutan belum terdaftar sebagai peserta,” kata Putri, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Putri menjelaskan bahwa proyek revitalisasi tersebut secara teknis dikelola langsung oleh pihak sekolah penerima bantuan, bukan oleh Dinas Pendidikan.
“Proyek ini memang tidak terikat langsung pada Dinas, karena pengelolaan dan pendanaannya dilakukan oleh sekolah yang bersangkutan. Namun, Dinas tetap melakukan fungsi evaluasi dan monitoring. Kejadian ini tentu menjadi perhatian kami untuk segera dilaporkan kepada pimpinan,” jelasnya.
Terkait harapan keluarga korban, Putri menambahkan bahwa pihaknya akan berusaha menyampaikan hal ini kepada Bupati Pulang Pisau, agar ada langkah bantuan yang bisa diberikan kepada keluarga korban.
“Meski kami tidak bisa menjamin sepenuhnya, Dinas Pendidikan akan berupaya agar keluarga korban, terutama anak-anaknya, dapat memperoleh perhatian dan bantuan,” ujar Putri
Ia juga mengungkapkan rencana untuk melibatkan keluarga korban saat menyampaikan laporan kepada Bupati.
“Kami akan menjadwalkan terlebih dahulu agar rencana ini bisa terlaksana dengan baik,” tutup Putri. (RETHA/j)









