BORNEONEWS, Muara Teweh – Desa penghasil gas murni yang kini dimanfaatkan oleh pihak Ophir Indonesia bekerjasama dengan PLN Muara Teweh sebagai sumber daya untuk pembangkit listrik, kurang mendapatkan perhatian baik dari pemerinrah daerah maupun pihak OPhir Indonesia dan PLN.
Warga desa Karendan, Kecamatan Lehei sangat merindukan perbaikan jalan yang menghubungkan desa mereka dengan ibukota kecamatan maupun kabupaten. Karena jalan yang ada saat ini perlu mendapatkan perbaikan.
“Jalan menuju Desa Karenda dan sekitarnya sudah rusak dan tidak dapat dilalui, kerena jalan yang berkontruksi tanah dimusim penghujan saat ini sangatlah licin dan berlumpur. Sehingga kendaraan yang akan melalui jalan tersebut akan tergelincir bahkan terparangkap di kubangan lumpur” terang Luis, yang merupakan warga Desa Karendan melalu ponsel, Rabu (16/11/2016).
Menurut Luis, warga Desa Karendan merasa bangga karena SDA yang ada di desa dapat membantu proses majunya Kabupaten Barito Utara dengan berdirinya PLTMG Bangkanai yang sekarang sudah beroperasi dan dinikmati oleh masyarakat. “Namun warga Desa Karendan walaupun sampai saat ini dan warga yang berada di sekitar di wilayah tersebut,masih belum bisa menikmatinya,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, di sisi lain warga desa Karendan dan sekitarnya merasa sedih karena akses menuju ke desa –desa, khususnya Muara Pari dan Karendan sangat susah dan parah. Jalan yang diperkirakan dengan jarak kurang lebih 70 KM dari kota Muara Teweh harus ini ditempuh dengan waktu empat hingga enam jam. (RAMADANI/m)








