BORNEONEWS, Palangka Raya - Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palangka Raya pada hari ini, Sabtu, 18 Oktober 2025, menjadi saksi dari sebuah pemandangan yang menarik dan inspiratif. Puluhan santri dari berbagai pondok pesantren di Palangka Raya berkumpul dan beraksi layaknya seorang dai profesional, menyampaikan pesan-pesan penting dalam sebuah kompetisi pidato.
Dengan ekspresi yang memikat dan intonasi yang memukau, para santri secara bergantian tampil di mimbar untuk memberikan tausiyah dan pidato. Tema utama yang mereka angkat adalah isu krusial mengenai anti perundungan atau bullying di lingkungan Pondok Pesantren. Aksi panggung yang penuh percaya diri ini menarik perhatian banyak pihak.
Umar Mukhtar, Pimpinan Pondok Pesantren Iqro Palangka Raya, turut menanggapi positif tema yang diusung. Menurutnya, isu ini sangat relevan dengan nilai-nilai Islam.
"Perundungan adalah hal yang tidak diajarkan Islam. Orang akan lebih mengingat hinaan dibanding pujian. Maka penting untuk saling menghargai sesama, apalagi dalam satu pondok, satu kehidupan," katanya.
Lomba pidato ini berhasil menarik partisipasi yang cukup besar. Berdasarkan pengamatan Borneonews, tercatat 24 santri dari berbagai pondok pesantren di Palangka Raya ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Keikutsertaan puluhan santri ini menunjukkan keseriusan komunitas pesantren dalam menangani dan mencegah kasus perundungan.
Antusiasme tidak hanya datang dari peserta, tetapi juga dari mereka yang menyimak jalannya lomba. Salah satu santri yang turut hadir, Nasrul, menyampaikan kekagumannya.
"Secara keseluruhan, para santri berani tampil percaya diri, salut buat para pendidik di pondok yang menyiapkan para santrinya, sungguh bakat luar biasa," kesan Nasrul.
Kegiatan ini diharapkan banyak pihak tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga sebagai kampanye efektif yang menanamkan kesadaran akan bahaya perundungan sejak dini.
Melalui tausiyah dan pidato para santri, pesan tentang persatuan, kasih sayang, dan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan damai dapat tersebar luas dan mengakar kuat di kalangan generasi muda Muslim. (SABRIANOOR/j)









