PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya mencegah penyebaran berita bohong atau hoax di tengah masyarakat.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan aktif menyebarkan informasi resmi dan terpercaya melalui berbagai platform media sosial dan website.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana, menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan berbagai kanal informasi seperti Instagram, X (sebelumnya Twitter), Facebook, YouTube, hingga website MMC Kalteng untuk menyebarkan informasi yang akurat dan terverifikasi.

"Kami berupaya menghadirkan informasi yang kredibel dan dapat diandalkan oleh masyarakat," ujarnya, Minggu, 19 Oktober 2025.

Diskominfosantik Kalteng juga aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan media massa.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya hoax.

Rangga Lesmana juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penyebaran informasi melalui media, tetapi juga aktif turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

"Saya sendiri seringkali terjun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya bijak bermedia sosial," katanya.

Salah satu contoh kegiatan edukasi yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa diberikan pemahaman tentang cara mengidentifikasi berita hoax, etika bermedia sosial, dan dampak negatif penyebaran informasi yang tidak benar.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Diskominfosantik Kalteng berharap dapat meningkatkan literasi digital masyarakat dan mengurangi penyebaran hoax di Kalimantan Tengah.

"Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai suatu berita" pungkasnya. (PATHUR/R)