PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Literasi keuangan dan pemahaman terhadap pasar modal syariah menjadi fokus utama dalam kegiatan Nonton Bareng Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2025 di Universitas Palangka Raya.

Kegiatan yang digagas oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalteng dan Forum Kajian Penulisan Hukum (FKPH) UPR ini diikuti 150 peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Mereka diajak memahami peran investasi sebagai bagian dari ekosistem ekonomi halal.

Sekretaris Umum MES Kalteng, Heru Hidayat menegaskan pentingnya generasi muda memiliki literasi pasar modal sejak dini, terutama dalam konteks syariah.

“Generasi muda perlu menjadi bagian dari investor cerdas dan beretika sesuai prinsip syariah. Melalui kegiatan seperti ini, kita menumbuhkan kesadaran bahwa investasi juga bisa menjadi ibadah dan kontribusi bagi pembangunan ekonomi bangsa,” ujarnya seperti dikutip Borneonews pada Minggu, 19 Oktober 2025.

Selain menonton tayangan edukatif CMSE 2025, peserta juga mendapatkan wawasan tentang pengelolaan keuangan berbasis nilai moral dan tanggung jawab sosial.

Pembina FKPH UPR, Hilyatul Asfia, S.H., M.H., mengapresiasi kolaborasi antara MES Kalteng, BEI, dan FKPH. Ia menekankan bahwa mahasiswa hukum perlu memahami aspek legal dan etika dalam dunia investasi, termasuk di sektor pasar modal syariah.

Ketua FKPH UPR, Abed Nego Marpaung, berharap kegiatan ini menjadi awal sinergi berkelanjutan antara kampus, lembaga ekonomi syariah, dan otoritas pasar modal dalam membangun kesadaran literasi finansial di lingkungan akademik. (HERMAWAN DP/R)