PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini tengah dilanda suhu panas yang cukup ekstrem.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani, mengungkapkan bahwa suhu maksimum di Kalteng pada bulan Oktober ini bervariasi antara 33 hingga 36 derajat Celsius.

Sabtu, 18 Oktober, Stasiun Meteorologi Palangka Raya mencatat suhu tertinggi mencapai 36,7 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah stasiun meteorologi lainnya seperti Pangkalan Bun, Sampit, Buntok, dan Muara Teweh mencatat suhu maksimum di sekitar 35 derajat Celsius.

Menurut informasi dari Deputi Bidang Meteorologi BMKG, penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator.

"Posisi ini menyebabkan wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, termasuk Kalteng, menerima penyinaran matahari yang lebih intens," ungkap Lian, Minggu, 19 Oktober 2025.

Faktor lain yang menyebabkan suhu panas adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat.

Kondisi ini menyebabkan pembentukan awan menjadi minim sehingga radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.

"Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia," jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak suhu panas ekstrem ini.

"Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain : memperbanyak minum air putih, menghindari aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menggunakan pakaian yang longgar dan berbahan katun, serta menggunakan tabir surya," pungkasnya. (PATHUR/R)